Pengantar
Universitas Palangkaraya (Unpar, UPR) disebut sebagai perguruan tinggi negeri tertua dan pertama di wilayah Kalimantan Tengah.
Sejarah
Lembaga pendidikan ini pertama dibentuk pada 1962 sejumlah elemen setempat yang membuat kelompok panitia persiapan pembentukan universitas. Setahun kemudian peresmiannya disahkan oleh Prof. Dr. Ir. Tojib, Hadiwijaya selaku Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pendidikan.
Fakultas
Awalnya Unpar memiliki 3 fakultas yakni Pertanian, Ekonomi, dan Kehutanan. Di waktu bersamaan berdiri IKIP Bandung dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pendidikan yang jadi cabang Palangkaraya. Baru di tahun 1969 IKIP diintegrasikan ke Unpar.
Namun dalam perkembangannya dua fakultas yakni Kehutanan dan Pertanian tidak bertahan lama hingga akhirnya Unpar tetap memiliki 3 fakultas yakni Ekonomi, Keguruan dan Pendidikan sampai tahun 1981. Kemudian Unpar mengalami banyak perombakan dengan menggabungkan Fakultas Keguruan dan Pendidikan menjadi FKIP dan membuka fakultas non-gelar teknologi untuk diploma, sepuluh tahun setelahnya fakultas tersebut bertransformasi menjadi Fakultas Pertanian.
Sekarang Unpar telah memiliki 7 fakultas untuk sarjana dan satu program pascasarjana dengan 7 kajian studi. Gedung perkuliahannya terbagi di 2 kampus di antaranya, kampus utama di Jl. Yos Sudarso (Kampus Tunjung Nyaho) dan Kampus Kartini. Selain itu juga ada hutan penelitian dan pendidikan yang berada di Hampangen dengan luas sekitar 5 ribu hektar. Kampus Unpar terbilang sangat hijau dan sejuk karena masih menonjolkan karakteristik hutan kota. Sedangkan rektor yang memimpin saat ini ialah Prof. Dr. Ferdinand, M.S yang bertugas sejak 2013.
Moto: Building Bright Future Didirikan: 10 November 1963 Jenis: Perguruan Tinggi Negeri Lokasi: Kampus UNPAR Tunjung Nyaho Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia Situs web: http://www.upr.ac.id